Selasa, 13 September 2011
KEJAHATAN DUNIA MAYA RUGIKAN 114MILYAR DOLAS AS
Kejahatan dunia maya memakan
korban 431 juta pengguna tahun
lalu dan kerugian 114 miliar dolar
AS, menurut laporan Norton
pada Rabu. Laporan Norton Cybercrime 2011
menyebutkan lebih dari 74 juta
orang di Amerika Serikat menjadi
korban kejahatan dunia maya
tahun lalu dan menyebabkan
kerugian lansung 32 miliar dolar. Kejahatan dunia maya di China
menyebabkan kerugian 25 miliar
dolar, Brasil 15 miliar dolar dan
India miliar dolar pada 12 bulan
terakhir, hal itu berdasarkan
laporan perusahaan keamanan komputer Symantec dan
pembuat perangkat lunak anti-
virus Norton. Menurut laporan itu, lebih dari
dua pertiga atau 69 persen
jaringan online situs dewasa
menjadi korban kejahatan dunia
maya dan lebih dari satu juta
pengguna menjadi korban kejahatan dunia maya tiap
harinya. Kejahatan dunia maya lebih
tinggi di China dan Afrika
Selatan. Menurut survei Norton,
sekitar 85 persen responden
China dan 84 persen responden
Afrika Selatan menjadi korban kejahatan dunia maya. Laporan
itu menemukan ancaman
kejahatan dunia maya meningkat
melalui ponsel. Sepuluh persen situs dewasa
menjadi korban kejahatan dunia
maya melalui ponsel dan sistem
operasi ponsel terbaru sangat
rentang terserang, angka itu
meningkat dari 115 pada 2009 menjadi 163 di 2010. "Ada ketidak seriusan pengguna
dalam menyikapi ancaman
kejahatan dunia maya," kata
Adam Palmer, Penasihat
Keamanan Dunia Maya Norton. "Kejahatan dunia maya lebih
menonjol dari pada orang
menyadarinya," katanya. "Selama 12 bulan terakhir, tiga
kali pengguna dewasa menjadi
korban kejahatan online, namun
kurang dari sepertiga responden
cenderung menjadi korban
kejahatan dunia maya ketimbang kejahatan fisik pada tahun
berikutnya," kata Palmer. Untuk survei, wawancara itu
menggunakan 20 ribu orang di
24 negara.(adm) Ba
kali pengguna dewasa menjadi
korban kejahatan online, namun
kurang dari sepertiga responden
cenderung menjadi korban
kejahatan dunia maya ketimbang kejahatan fisik pada tahun
berikutnya," kata Palmer. Untuk survei, wawancara itu
menggunakan 20 ribu orang di
24 negara.(adm) Ba
Langganan:
Postingan (Atom)